Debata

Siapakah dirimu atau diri-Mu
Apakah dirimu atau diri-Mu
Cukupkah sebutan Tuhan
Untaian kata apa yang tepat untuk menggambarkanmu
Maha…
Sang…
Sebatas itukah?
Apakah kau terbatas?
Sampai ketika aku tertawa…ha…ha
Ketika kebodohan menyingkap
Aku BIsa SEPertiMU

Alpa dan Omega
Pernyataan mempesona
Berlindung di balik pasangan kata itu…
Apakah kau ada?
disini…
disana…
dimana…
di hatiku? (kau hanya sebatas nurani…)
di segala tempat? (kau kloning udara…)

Saya percaya di hati
Tapi, tidak di otakku,
Sebab otakku dibekali logika pengetahuan…
yang kupikir…
Bisa menegelamkan-mu…

T_T

Advertisements

4 thoughts on “Debata

  1. ada seorang filsuf Prancis (lebih akurat kalo ada namanya, serius, dang huingot) yang menyatakan bahwa yang mengadakan Tuhan ya, masyarakat, Tuhan ada kalo masyarakat bilang Tuhan itu ada.. masuk akal, soalna mabiar do iba atheis di indonesia on (bukannya bilang aku atheis), karena masyarakat bilang Tuhan itu ada, jadi no room untuk manungkun.. boa baenon..

    1. Begitu banyak pendapat…
      Untuk saat ini, saya melihatnya pada tujuan . . .
      Tidak perduli siapa yang menciptakan term itu, yang pasti…
      Ketika nama itu ada, ada tujuan ‘kebaikan’ di dalamnya…
      Peace’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s