Dulu Aku Dulu

Aku melihatmu dalam bingkai kecil terpetakan
Menghiasi cahaya-cahaya dalam ruang-ruang benderang
Senyummu cukup untuk memaksa hatiku untuk menatap
Tidak ada yang memalingkan keinginanku

Kucoba memaknai
Kucoba merasakan
Kucoba memahami
dan
Kucoba menjadi bagian darimu

Bisakah kamu menyadarinya?
Aku ingin ada disana…

Dulu.

Advertisements

1 thought on “Dulu Aku Dulu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s