Lost in September…

Teman saya berkata kalau satu hari saja hilang dari dunia ini, maka diperkirakan semua akan berubah. Saya tidak hanya menghilangkan satu hari, bahkan sampai dua, tiga, empat, lebih… Saya menghilangkan tiga puluh hari dalam perjalanan hidupku. Saya meloncati tahun ke 23 kelahiran saya. Saya melupakan banyak hal di bulan ke sembilan tahunan itu. Saya berusaha menghilangkan jejak-jejak bulan ke sembilan dari saraf-saraf otak saya. Saya berusaha dan sampai di sebuah titik, bahwa saya telah benar-benar yakin melupakannya dengan meyakinkan tiada seorangpun yang menyadari keadaan saya pada bulan ke sembilan itu. Bahkan ‘roh’ dalam raga saya meyakinkan saya bahwa saya benar-benar hilang dalam hari-hari di bulan ke sembilan seiring hilangnya hari-hari. Tidak ada kesalahan, masalah, kebaikan, ucapan yang menyakiti dan ukuran-ukuran keduniawian yang membebani hanya ‘sesuatu’ yang saya pun tidak tahu.
Saya ‘menghilang’kan hari di bulan ini bukan untuk mengelabui hukum alam, hanya karena saya ingin memastikan bahwa saya benar-benar tidak bisa pernah hilang selama dalam tiga puluh hari di bulan itu, tidak 29, 28, atau dua hari, bahkan tidak seharipun saya hilangkan atau saya menghilang karena . . .
Saya dan hari itu tidak pernah benar-benar hilang…

T_T

Advertisements

About this entry