Sekilas hidup. . . (yang panjang. . .)

Saya tidak mengingat bagaimana saya merespon masa kecil saya. Jika benar tidak ada yang hilang, maka saya pastikan ada yang terlupakan dan semakin tidak kelihatan dan . . .hilang? ^_^
Bagaimana saya menangis, kencing pertama saya, apa yang saya lihat pertama sekali, dan alasan saya kenapa selalu menoleh ke kanan? ^_^ Tapi tidak jadi masalah semua kini hanya masa lalu, tiada dokumentasi yang bisa menjawab itu, sebab. . .(itu hal di luar pengetahuan otak kita untuk menjawabnya…meski orang kedokteran ada alasan untuk tidak bisa menjawab itu).

Kemudian waktu berjalan, ruang dan waktu menempa kita, mereka membentuk jati diri dan karakter kita. Sampai kita tiba di titik mengenal yang baik, benar, jahat, buruk, enak, tidak enak, salah, sopan, tidak sopan, porno dan tidak porno, masuk akal dan tidak yang utama dan tidak utama, penting dan tidak, cantik dan tidak, dan sebagainya dan seterusnya. Ruang dan waktu tersebut memberi kita pengertian-pengertian yang akan diikuti atau untuk dipertentangkan. Semua berjalan beriring dalam zaman-zaman kehidupan ; lahir, kanak-kanak, anak-anak, remaja, dewasa, dan tua…lalu mati yang diperhalus dengan istilah wafat, meninggal, dan selainnya.

Keluarga (Ayah, Ibu, Kakak, Abang, Adik, dan seluruh garis keturunan yang masih berkaitan), Masyarakat ( di sekolah dan organisasi dan perkumpulan dan keramaian ; tetangga kampung, RT, RW, Desa, Kecamatan, Kabupaten, Kota, Propinsi, Negara. . .) semua adalah sesuatu yang mungkin akan kita lalui. . . Kekasih? ^_^
Individualisme terpupus dalam bingkai Sosialisme. Entah itu hakikat atau pilihan. Pada fase ini dimulai dari semenjak lahir, tapi dapat kita ingat dari kita kanak-kanak entah pada usia berapa sampai tua. . .

Kemudian, setelah kita hidup dalam keluarga dan membentuk keluarga (jika) dan dalam masyarakat, kemudian semuanya yang terlalui menjadi masa lalu. Pertanyaan akan kelanjutan perjalanan ketika tua menghampiri semakin mendekati jalan takdir ‘kematian’. Tidak ada obat atau mantera penolak untuk ini.
“Semua Manusia Pasti Mati…”

Dan pada hari yang ditentukan, maka Sang Empunya Kuasa menegaskan kekuasaanNya ketika semua mahluk termasuk manusia yang ingin di’panggil’Nya tanpa kecuali harus menurutiNya. Entah ketika kamu tidur, menangis, bahagia, sakit, sehat, main catur, atau berpikir jorok. . . Jika ‘takdir’ telah tersurat, bahkan Bunda Mariapun tidak akan bisa menunda. . .(^_^)

Jika siklus puluhan tahun, puluhan bulan, puluhan hari, puluhan jam, puluhan menit, puluhan detik, telah ditentukan makna dalam ‘kekuasaan’nya. Dan tersurat dalam beberapa paragraf ini. Saya tidak kuasa membayangkan bagaimana Dia bisa menjelaskannya dalam kecepatan cahaya. . .

Siklus yang akan kita lalui setelah bertahun sebelumnya sebagai hasil dari pendahulu kita, mungkin akan kita lalui. . . Hanya saja akankah siklus itu sekilas panjang ini. . .

By : The God Seeker

Advertisements

About this entry