Mencari Lembar Hilang

Mari bercerita tentang sesuatu yang sangat ingin kamu tahu, saya tahu, mereka tahu atau segala mahluk ingin tahu. Bukan melihat dari lembar-lembar terlihat di depan mata. Bukan tentang sesuatu yang terdeteksi oleh mata, bukan juga tentang ilusi dan bukan tentang permukaan. Mari bicara tentang lembar kosong yang ditulis dengan tinta ajaib atau lembar hilang yang dibakar dalam kerahasiaan, berbicara tentang lembar hilang yang memaksa kita berpikir kenapa? ; untuk apa? ; oleh siapa? ; bagaimana?; dan ragam pertanyaan lainnya.

Mari bercerita tentang ketabuan yang membatasi rasa ingin tahu. Mari bercerita tentang penasaran. Mari bertanya tentang Lembar Hilang dari sebuah peristiwa, lembar hilang dari sebuah kewajaran atau bahkan tentang yang hilang dari sebuah ketiadaan. Jangan cukupkan diri dengan refleksi di permukaan air. Marilah lihat lebih jauh sampai dasar air, tembus ke dasar laut, sampai menembus bumi di ujung seberang.

Mari bercerita “Lembar Hilang” yang terpendam dalam pikiran-pikiran mereka, dia, aku atau sesiapapun. Jika tidak dapat seorang dari kita ketemukan biarlah tetap menjadi lembar hilang selamanya dan tidak untuk diketahui oleh siapapun pada masa kita. Entahlah kalau masa setelah kita.

Mari . . .

 

 

Advertisements

About this entry