Menawar Pancasila di NKRI

Setengah abad lebih kemerdekaan NKRI, dalam pikiran saya selalu muncul beberapa pertanyaan misalnya;

Apa yang salah dengan NKRI dengan Pancasila-nya?”

“Siapa yang salah ? Bagaimana bisa menjadi salah?”

“Kenapa bisa salah ?”

“Untuk apa diposisikan salah?”

Dan seperti apa usaha untuk mencari jawaban –yang mengambang– dari Pemerintah tercinta.

Bhineka Tunggal Ika adalah wajah NKRI, dimana suara berkumandang akan bergema dalam berbagai ragam bunyi tetapi tetap satu makna. Sabang sampai Merauke. Wawasan Nusantara. Kesatuan kepulauan yang disatukan perairan.

Proklamasi adalah momentum kesakralan kebangsaan Indonesia. Sumpah Pemuda adalah panji pemersatu. UUD ’45 adalah landasan konstitusi. Pancasila adalah ruh  negara, bangsa, rakyat dan pemerintah. Indonesia Raya tanah tumpah darahku. Indonesia bersatu. Bangunlah jiwanya. Bangunlah raganya untuk Indonesia satu.

Di kutipan penggalan – penggalan lagu kebangsaan itulah hakekat NKRI bersemayam. Yang harus dikumandangkan dalam setiap hati para WNI. Penggalan yang menyiratkan sejarah dan konsistensi Indonesia.

Pancasila, akulah pendukungmu. Patriot proklamasi, sedia berkorban untukmu. Pancasila, dasar negara. Rakyat adil makmur sentosa. Itu pribadi bangsaku

Dan maju! ! !

Tidak ada kata yang bisa menceritakan hakekat lagu-lagu perjuangan pemersatu dan pembeda. Cukup dengan menyanyikan dalam hati dan sendu merenungkan kembali.

Karena walau NKRI adalah harga mati tetapi Pancasila tentu bisa untuk ditawar. Jika ingin menawari Pancasila dari harga NKRI dan juga kesaktian Pancasila, maka bubarkan dulu NKRI.

—————————————————-
Hidup selalu tentang Pilihan
By : Pahompu ni Radja Naogos

Advertisements

About this entry