Menjadi Setia

Sungguh, banyak hal yang tidak bisa kita duga dengan melihat dari permukaan saja. Berkali-kali saya dengar ungkapan ;”Jangan menilai orang dari luarnya!”.

Dibalik sebuah senyum ; mungkin tersimpan derita dan masalah yang memilukan.
Dibalik wajah garang ; mungkin tersimpan kelembutan luar biasa.
Dibalik kejahatan ; mungkin ada niat baik.
Dibalik pakaian kotor itu ; mungkin bersemayam jiwa seorang ‘satria’.

DAN SEBALIKNYA ! ! !

Saya akan bercerita tentang seorang “Jhon” yang hebat, yang melebihi jiwa seorang satria, di dalam dirinya saya kini mengerti kenapa ada teori ‘bahwa cinta itu bukan masalah harta;fisik;dan hal lainnya’. Dia menterjemahkannya dengan ‘tindakan’ yang lebih akan mudah dipahami oleh orang yang merasa mengerti cinta tapi, berdalih ketika masalah datang.

Brother ‘Jhon’ yang hebat adalah cerita dari negeri bertuhan. Dia murah senyum, lucu, bersahabat dan bersahaja dan rendah hati. Tapi, siapa sangka dibalik senyum itu; ada ‘COBAAN’ berat yang membayangi.

Dia sudah menikah dengan ‘kekasih’ pujaan hatinya selama kurang lebih 11-tahunan yang lalu. Tapi, yang diharapkan oleh pasangan suami istri di seluruh pelosok dunia ini tidak kunjung ‘singgah’ dipangkuannya. ANAK; yang dia dambakan dan istrinya dambakan tidak kunjung bersinggah di hangatnya peluk.
TERNYATA; Sang kekasih pujaan hati tidak sedang dalam ‘rencana’ menjadi seorang “IBU” dalam suratan takdir. Dan akan menjadi pararel Sang “JHON” juga tidak akan menjadi “AYAH”. Sang istri dinyatakan menderita tumor rahim, yang menjawab ‘kelogikaan’ kenapa mereka belum mempunyai ‘momongan’.

Sebelas tahun bertahan dalam ‘kerinduan’.
Sebelas tahun bersabar dalam ‘goresan takdir’.

Menjadi Setia dengan Sang Kekasih Pujaan Hati yang belasan tahun lalu diucapkan cinta melalui ungkapan-ungkapan cinta dan dalam bunga-bunga gejolak indah remaja. Dan yang berbeda saat ini, Sang “Jhon” mengungkapkannya dengan “TINDAKAN”. Saya tidak tau bagaimana menggambarkan kehebatannya bertahan dalam keadaan ‘seperti itu’.
Di tengah arus “POLIGAMI”, ternyata Cinta itu bukan masalah nafsu dan takut dosa seperti kata-kata mereka dengan bangga yang berpoligami. (Ini kata2 buat para POLIGAMER-pelaku poligami).

Menjadi setia itu butuh pengorbanan, dan butuh ujian berat ; ketika ujian itu datang, maka saat itulah ‘kesetiaan’ itu diuji. (Tuhan berkatilah orang ini ^_^)

Cerita ini adalah kisah nyata. ADA dan akan ABADI.

————————————————————-
Tuan “Jhon” yang hebat,
Tiada kata yang bisa kuungkapkan!
Hanya Doa dari seorang pendosa
Tuhan memberkatimu . . .
Beserta pendampingmu . . .
(dan calon anakmu) . . .
Kini dan Sepanjang Hidupmu,
Selamanya . . .
—-
By; Pahompu ni Radja Napogos

Advertisements

About this entry