Where’ll you stop ? ? ?

Saya pernah terbangun karena mimpi buruk, dan saya pernah terbangun karena mimpi yang ‘basah’. Saya pernah menangis karena mimpi yang menyesakkan, dan juga pernah terbangun karena mimpi yang mengasyikkan.

Ketika terbangun kalimat yang terucap dari mulutku adalah ; “HANYA MIMPI”

Saya pernah meneteskan air mata, tertawa, tersenyum, marah, sedih, berpura-pura, jujur, berbohong, memaki, merutuk, berbuat dosa, menolong, dan melukai seseorang.

Ketika semua berlalu, saya berujar : “BEGITULAH HIDUP”

Saya pernah memimpikan banyak hal dan mengejarnya. Ketika sampai di detik ini, banyak mimpi yang terlupakan dan banyak yang kandas.
Ketika, waktu sedikit berpihak untuk memberi saya sedikit ruang menoleh ke belakang, saya berujar : “SAYA BELUM AKAN BERHENTI”

Manusia keluar dari tempat ‘kotor’ yang sama, dan berharap banyak ketika mengenal dunia.

Saya menantang dunia dengan suara tangis saya pertama kali, di rumah sederhana seperempat abad yang lalu.
Dari sanalah langkah kaki saya mulai ditapakkan.
“Lestari alamku , lestari desaku ; dimana Tuhanku menitipkan aku”

Saya menjalani banyak waktu sejak saat itu, melihat banyak hal, dan mengharapkan banyak hal.
banyak orang hebat saya temui, dan juga banyak orang yang menyedihkan…
Tapi tetap kulangkahkan kaki menuju arah perhentian.

Kemana aku akan berhenti melangkahkan kaki ?
Kemana aku akan berhenti menuntaskan perjalanan ?
Dari rumah sederhana-ku di desaku jauh disana,
Kesana ingin kubalikkan langkah kakiku…

Aku memilih suatu saat nanti akan berhenti memikirkan sekeliling, memikirkan sekitar, memikirkan pikiran mereka, dan memikirkan pikiranku. Aku akan memilih tinggal di suatu tempat yang ada hanya kedamaian. Tiada rasa lelah disana dan tiada lingkaran budi baik dan lingkaran dendam.

Saya ingin berhenti disana…
Tunjukkan jalannya…
Aku akan mengikutimu…
Nanti…
Saat semua menjadi jelas…

By : Albin

Advertisements

About this entry