Teror di Indone-sick


(I) Pembukaan

Indonesick tanah air beta tanpa alpa dan omega
Ha…ha…ha

Pusaka abadi dan caiya…caiya… (para nasionalis siap jadi bintang porno-yang penting bintang)
Kaya – raya terdengar sampai ke pelosok jauh tempat bercumbu para penjajah
Maritim Jaya (itu dahulu kala)
Tanya saja pada almarhum Gadjah Mada
Atau makam-makam radja-radja yang dibumihanguskan dewa-dewa
17 sekian-sekian 19 sekian-sekian, hari kemerdekaan kami
Diperjuangkan atau diberikan
Tanyakan kenapa si Belanda enggan mengakui
Ketika si Jeppun letih menjajah
Tapi, tetap saja ini tanah air beta… (beta sudah tak terlambat ke sekolah-reot)
Si Lima Sila adalah dasar negara kami
Tapi mereka pikir itu bisa sjariah dan lainnya
Karena latah majoritas tuli dan buta
Burung Garuda kan bukan perkutut
Merah-putih bendera negara kan bukan softex bekas pakai
Revolusi untuk membangun -gedung DPR kami aje gile- diperdengungkan oleh para almarhum
Dulu agama bersatu dengan para komunis
Entah siapa yang memicu perang ‘ilusi’ selanjutnya
Muslim mungkin islam
Islam mungkin muslim
Kristen mungkin katolik
Katolik mungkin kristen
Gandhi mungkin hindu
Hindu mungkin gandhi
Gautama mungkin budha
Budha mungkin gautama
Man of God
Entah apa yang penerus mereka coba raih
Capeee deh…

Provokatif reaktif kontroversi diakomodir para koruptor
Si Pembunuh pun beraksi

(II) Isi

Menjadi bodoh dan biadab di negara ber Tuhan
Tuhan yang banyak kami hadirkan supaya tak ada bentrok
Tapi, si biadab arogan berpikir Tuhan sedang membutuhkan bantuannya menciptakan ketaatan bagai para malaikat
Tetang baik dan benar dan boleh dan tidak
Seolah tak ada nurani di tubuh manusia lain
Tak ada nilai yang memandu berbuat dan tidak
Sehingga sembahyang ke tempat lain adalah urusan pribadinya dan Tuhannya untuk menghakimi
Mereka berteriak “Tuhan mereka Hebat”
Tapi terdengar di telingaku bagai “I kill my God by kill Your God”
Dan tebak para nasionalis tidak bisa mengambil sikab karena mereka pun terjebak
Ironi Persamaan untuk membenarkan dan mendiamkan
Tuhan mereka sama
Ayat-ayat penghiburan mereka sama
Surga yang dijanjikan pada mereka sama
Dan
Kenapa tidak sekalian menambahkan koleksi peluru di tubuh para korban
Ha…ha…ha

Dan selanjutnya bedoa di mesbah sembayang mu
Bisikkan pada Tuhanmu bahwa kamu sukses membunuh sesuai keinginanmu
Dan
Menyerahkan kediamanmu pada keheningan tempat sembahyangmu
Katakan itu Suci sampai ada si tukang teror menaruh bom lagi saat mencuci kaki
Di sebelah anakmu (toh anggap saja mati sjahid)
Ha…ha…ha

Surga dan dunia
Uang dan surga
Wanita cantik di dunia dan bidadari di surga
Keyakinanmu dan nafas penghuni dunia
Kepala atau burung
Depan atau belakang
Begitu mudah
Kepala yang terpenggal adalah tawa bagi Tuhanmu
Tubuh yang terbelah dua siap bercinta dengan para bidadari
Usus yang terburai siap menyimpan santapan surga
Mulut yang terbelah sepuluh siap mencicipi anggur surga
Sedaaaaaaap

Jubahmu kau buat menutupi senjata yang terselubung dibaliknya
Dan menutupi semuanya yang mungkin ngaceng melihat pelacur nungging
Kau teriakkan kalimat penguatanmu sambil onani di balik jubahmu
Oh…yes…oh…no

Dasar bajingan sakit hati
Membuat Nasionalis menjadi sakit jiwa
Melihatmu dengan begitu ‘bodoh’nya melakukan pembunuhan atas nama Tuhan
Dan orang sakit hati lainnya membenarkannya karena berpikir membunuh adalah pekerjaan biasa
Nan mulia
Dan yang mati dalam proses pencapain misi pembantaianmu akan masuk sorga
Syaratnya mereka menyebut Tuhanmu dengan cara yang sama
Dan yan lain adalah korban yang akan menghuni neraka
Wow…Ilusi yang tak akan hadir dengan 1000 ton mariyuana di kepalaku
Efektif padamu
Kamu hisap berganti-ganti dengan keturunanmu sampai generasi ke 666
Kecuali anda sakit jiwa

Tertawalah lagi tukang pencet remote k*nt*l
Eh… kontrol
Bisakah kau undang Tuhanmu datang
Saya ingin bercengkerama dengannya
Menatap matanya
Bercerita padanya tentang Orang yang baik
Mungkin dia sedang bermimpi menjadi Tuhan ketika dia tidak mengerti apa itu kasih
Dan apa itu kepuasan onani karena melihat wanita cantik ngangkang
Ha…ha…ha

(III) Simpulan

Free . . . Free in here!
Indone – siiick!
The government is sick
The people is sick
The ‘man of God’ is sick
Evil succeded project
Call it INDONE-SICK
Am I sick ?
Aren’t You?
Ha…ha…ha

See You in Hell

—————–
I can promise You ; Nothing ! ! !

Advertisements

About this entry