Guru Yang Baik

Saya tidak mengenalmu sebanyak usia yang saya miliki
Sama sekali tidak
Ratusan tahun ke depan pun jika ada kesempatan untuk mengenalmu
Pun tak akan kumengenalmu dengan logika ku
Menyentuhmu tiada sekali pun
Saya tidak memahami kaitan gerakan hati harus melogika
Sungguh saya tidak memahami setitik pun tentang itu semua
Hanya . . .
Ketika saya harus menuruti logika
Melepasmu . . .
Entah kenapa . . .
Hati melunjak tertusuk . . .
Hendak teriak
Tapi . . . Hanya
Air mata memenuhi pelopak
Panas . . .
Kedipan lirih menjatuhkannya . . .
Saya bukan petarung . . .
Kamu mengajariku untuk mempercayai logika lebih . . .
Kamu benar!!!
Saya tahu
Waktu akan memenangkan logika !!!
Lagipula siapa yang butuh hati ???
Sungguh
Kamu mengajariku dengan sangat baik
Hatiku menipuku
Hati ku adalah Penipu !!!
Dan
Tak ada lagi yang bisa kupercaya
. . .


“Saya memikirkanmu, hanya tak bisa kukatakan saat ini”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s