(G)aris (B)esar (H)aluan – (B)alita – Jilid 1

Djoenaidi, si Pendekar Pena yang menyerang bertubi – tubi dengan jurus – jurus sakti mandraguna dan mandrafungsi. Dia menyerang semua tatanan sistem yang . . . akh, sudahlah, pusing kita mengurusi sistem, apalagi ngomongin Kaka Djoe’.

Toooh . . .

GBH-B petunjuk hidup ini, untuk majikan saya dikehidupan sebelumnya. Tuan Keenan yang terhormat dan banyak cerito. Anak pertama dari garis bangsa penunggang kuda di bujur – lintang ini. Sedang menginjak usia menuju 2 tahun sang majikan. GBH-B ini haruslah diimbangkan antara praktek dan tulisan, karena itu membawa langsung ke pusat – pusat objek terkait GBH-B adalah solusinya. GBH-B ini tidak boleh keramat karena yang keramat suka diper-tuhan-kan, dan yang diper-tuhan-kan oleh yang menuhankan suka mencintainya melebihi ukuran otaknya, bisa dibentuk front pembela tuhan dengan bayaran minimal propinsi demi keluarga.

Pertama, akan saya bawa dia ke gedung sekolah negeri. Sekolah negeri yang masyur itu ala militeristik yang mencoba internasioal ala modernis swasta. Tapi, tidak semua sekolah negeri masyur banyak juga sisa – sisa “inpres” yang sekedar ada. Target presiden dulu minimal bisa baca tulis lah, biar bisa membaca dan menulis surat cinta untuk kontinuitas perkembangbiakan untuk membedakan asal kawin versi gorilla.

Disini kamu harus menyaring semua masukan dengan jeli, dan harus kamu pertanyakan semua yang kamu dengar jika kamu rasa cukup ragu untuk setuju atau tidak setuju, jika pelajarannya terlalu banyak, angkatlah tanganmu dan bicara sudah saatnya istirahat.”

Pendidikan di negara kita sangat terpandang, entah karena baiknya atau mahalnya yang pasti jangan tanyakan apakah anak para pejabat negara akan sekolah di sekolah made in Indonesia.

Selanjutnya akan kubawa dia ke gedung kelurahan, lurah yang dipilih oleh rakyat kadang dan kadang juga dipilih oleh pejabat di atasnya. Semoga saja Tuan Keenan tidak bertanya macam – macam lagi, apakah Lurah ini korban selamat dari pembantaian IPDN, bisa pusing tiga keliling kalau harus menjawabnya. Korban IPDN lebih “rame” dari korban penjara terbrutal sedunia, sehingga wajar lurah alumnus sekolah ini, adalah bibit terpilih dengan traumatik yang romantis dan harus dijaga budayanya.

Lurah adalah representasi dari semua pimpinan daerah dari tingkat terkecil hingga nomor satu. Lurah yang baik adalah lurah yang 50% hidupnya diserahkan untuk mengurusi kehidupan rakyatnya dan 50% lagi mengurusi orang – orang di bawahnya. Jadi jika ingin jadi pejabat (tingkat lurah), siap – siaplah menambah 10% hidup untuk keluarga, dengan segala macam cara.”

Tempat selanjutnya, lagi – lagi dan lagi – lagi saya harus harus mencomot biji – biji kediktatoran Kaka Djoe (yang almarhum) dalam memberikan Garis Besar Haluan Balita sebagai petunjuk-hidup yang pada beberapa pola pikir saya harus menerima dengan senyum dikulum ke samping, terpaksa saya akan membawa Tuan Keenan ke kebun binatang. Di kebun binatang untuk melihat aneka binatang yang dikurung, dan burung – burung yang terbang tapi dalam kurungan juga. Perjalanan ke kebun binatang akan jauh, tetapi demi Tuan Keenan, biarlah, supaya nanti Tuan Keenan tidak protes karena GBH-B tidak sampai dalam tataran praktis hanya teori.

Manusia yang tidak berpolitik adalah binatang ; binatang yang berpolitik adalah manusia.“, saya harus mengenalkan pada Tuan Keenan bagian ini, entah dia akan mendebat saya dengan teori relijius Luther dan kroni – kroni nya atau menertawakan saya dengan tawa khas balita melihat “lucu”nya ajaran saya, maklum 1 tahun soul Tuan Keenan masih hangat – hangatnya habiskan waktu dengan Sang Pencipta.

Selanjutnya, saya akan membawa sang majikan makan ke warung makan nomor satu dan termahal di kota saya, dan menunjukkan tempat makan saja dengan bahan dan bumbu yang sama bisa ditagihkan bill yang berbeda dengan warung Mak Kenjit, janda seberang depan rumah yang kecil badannya tapi “hulk” nyalinya. Karena itu, hukum ekonomi dan dunia tidak akan berbohong bahwa harga pastilah mengikuti kualitas.

Kualitas yang baik akan diikuti rejeki yang baik“, walau ada masakan yang berkualitas dengan harga murah, itu karena Ibumu pandai memasak.

Selesai makan, Tuan Keenan pasti akan banyak berdebat dan meracau. Pertanda dia akan tidur dan terlelap, entah dia akan ingat cuap – cuap petunjuk hidup (jilid 1) yang saya ajarkan, yang penting dia tidur nyenyak dan tenang dan lancar boker besok paginya.

 

 

 

 

Advertisements

About this entry