Hari Tanpa Otak Sedunia

World No Tobacco Day, this day, the 31st on may. This won’t the story about it.

Selebrasi di tanggal 31 Mei ini sejatinya adalah sebuah sikap atas katakan tidak untuk para petani tembakau, penjual tembakau dan para pemulung rokok. Tobacco adalah setan yang harus diberangus keberadaannya. Setan yang diberangus, maka efek sampingnya penjual dan pemulung dan bahkan dokter kesehatan akan puasa pekerjaan. Sehingga selanjutnya akan kita gagas Hari Tanpa Pekerjaan Sedunia.

Tobacco adalah rokok, rokok adalah tobacco. Ini sugesti yang harus dipahami semua orang dari yang hidup memeras otak dan yang mengotaki pemerasan. Sugesti ini harus dikembangbiakkan, bahwa setiap orang yang bersinggungan dengan tobacco maka haruslah juga di-identitasi sebagai gerombolan orang yang harus dijauhi dan tidak untuk diberi kesempatan kedua bagai para napi yang ditandai dijidatnya tidak pernah lolos ujian pemasyarakatan di penjara. Yang saya penasaran, jangan – jangan pola pemasyarakatan yang ada di lapas – lah bentuk masyarakat kita yang sejatinya. Kesejatian representasi masyarakat lapas mungkin semurni minuman yang ber-alkohol 100% . Tapi, ini sekali lagi bukan cerita tentang tobacco dan antek – anteknya semacam dunhil, marlboro atau mild apalagi disokong oleh anggur merah dan jack daniels. Hari Tanpa Alkohol akan sama mustahilnya dengan hari yang akan saya usul ada di bawah ini.

Hari Tanpa Otak Sedunia . . .

Tidakkah selajimnya harus kita sepakati bahwa dunia harus menguduskan sebuah hari dimana otak harus diistirahatkan satu hari penuh tidak berpikir dan tidak untuk dipikir. Hari dimana otak harus dianggap tidak ada seperti keberadaan Tuhan yang dianggap juga tidak pernah ada karena tidak pernah dilihat langsung. Hari dimana tidak perduli apakah kamu seorang presiden, penguasa, jutawan, milioner, alien, budak, pelacur, guru, penjahat dan pendeta . . . pada hari itu, maka kesemua orang adalah sama derajat dan tingkat pengetahuannya yaitu sama – sama tidak berotak dihadapan Hari Tanpa Otak ini.

Sangat dianjurkan, tidak boleh ada aktivitas di hari itu karena semua tindakan dan perkataan di hari itu pasti haruslah dianggap tidak dapat dipertanggungjawabkan karena semua tindakan dan perkataan pada hari itu adalah tindakan yang demi dewa – dewi jelas tidak logis karena tidak berlandaskan otak.

Di hari tanpa otak sedunia, dilaranglah guru (tanpa otak) mengajar murid – muridnya tentang syarat kelulusan ; dicambuklah pendeta (tanpa otak) memberikan khotbah tentang pentingnya dunia setelah kematian – tapi khotbah tak butuh otak hanya hati ; dicabut bulu keteklah polisi (tanpa otak) yang mengkriminalisasi orang – orang yang (lagi) baik ; dipotonglah rambut dokter (tanpa otak) yang memberikan obat resep kuat yang salah bagi manula yang sebenarnya butuh obat masuk angin.

Bagi orang yang memeras otak, hari ini akan menjadi hari dimana persaudaraan semakin erat dengan para orang yang jarang memeras otak.

Semua orang dari tiap suku, bangsa dan negara akan mengucapkan sebuah kalimat sakti pada hari itu :

World No Brain Day is today and just for a day, remember to use your brain for tomorrow.”

Di hari itu tentunya bukanlah persamaan dengan aksi Jasper Maskelyne si ilusionist atau si magician yang mengecoh pasukan tempur Nazi-er (diposisikan tidak berotak) yang terpesona aksi kamuflase Jasper terhadap truk perang britania hingga tidak dikenal pasukan nazi. Dia secara faktual menjadi pahlawan perang Britania Raya, walau gak diakui terlalu pentingnya kamuflasenya oleh ahli sekarang.

Apakah ada tindakan yang rasional dan dapat diterima tanpa kehadiran otak? Cinta? Akh, terlalu romantis jika kita persandingkan World No Brain Day ini sama dengan World Full Love Day, karena kisah cinta Jasper ama wanitanya Evelyn Doughlas ditengah perang ini tidaklah pantas dikotori dengan kekudusan hari tanpa otak sedunia ini, mungkin hari tanpa otak nasional adalah solusi terakhirnya.

Advertisements

About this entry