Maling Level Kacrut

Apa yang aneh kalau anak kencing berlari jika memang orang tua kencing berdiri?

Ini berita dari suatu tempat di Indonesia saat seorang maling sandal jepit bernama Judas dijebloskan penjara 2 tahun oleh yang mulia majelis hakim. Si maling level kacrut ini sedang merintis karir menjadi maling level dewan, atau setidaknya maling level eksekutif alias pejabat negara. Sistem yang teruji untuk orang Indonesia ini haruslah dipahami dan dimengerti, Sistem ini adalah agung dan harus disembah. Semua bias yang ada janganlah dipertentangkan per perkara karena haruslah dipahami bahwa keadilan hanyalah milik congor hakim yang agung.

Hakim yang mulia kadang agak plin – plan dihadapan penguasa dan duit. Ada sebuah petunjuk tidak tertulis dalam memutus perkara bagi para hakim. Janganlah ada rasa keadilan dari hati untuk menghukum anak pejabat atau orang yang berkuasa atau punya koneksi dengan penguasa atau yang punya banyak duit bahkan dengan orang yang bapaknya mantan penguasa atas kejahatan yang dilakukan karena akan menampar harga diri mereka yang sudah berada di atas hukum.

Ada beberapa hakim yang mencoba mengedepankan hati nurani, cuman berakhirnya di kubur. Syarifuddin dibunuh oleh Ibrahim Suharto. Lopa setali tiga uang. Para orang yang garang nurani ini, ada juga semacam aktivis Munir yang agak gagah meninggalnya di kelas bisnis maskapai nomor satu Indonesia dan Wiji Tukul yang puisinya bisa mengobarkan amarah yang membacanya yang hingga kini jasadnya tidak diketahui. Tapi, Munir dan Wiji bukan hakim dia manusia biasa dengan nyali yang dibilang gede. Memang butuh nyali gede melawan para maling ini. Kadang nyali ini bukan soal kebenaran tapi kejagoan.

Berani karena benar“, ini  untuk orang yang tidak ada koneksi, tidak ada uang tapi memang masih ada tali kolor harga diri yang tersisa.

Berani karena jago“, ini lebih realistis. Jago koneksinya, jago uangnya, jago servis-nya dan jago nyari mukanya tapi memang tidak ada lagi harga diri semua hal dari orang jago ini bisa ditukarkan dengan uang. Harga dirinya-pun bisa di-nominal-kan asal pas dan sesuai.

Judas si maling level kacrut ini masuk ke penjara dengan sambutan hip hura dari penghuni lapas kelas a kabupaten b, bagai kedatangan mesias pembela kebenaran. Jika peka, koruptor kakap di sel khusus akan mengintip dari balik tirai sutra-nya sambil mengamati, apakah si maling level kacrut ini mempunyai garis takdir untuk menjadi suksesornya. Jika insting-nya berkata tidak maka si maling level kacrut hanya akan menambahi kuantitas orang di balik jeruji yang akan diberi kesempatan kembali ke masyarakat di luar jeruji yang lebih sopan kebiadabannya.

Orang di luar jeruji adalah  rakyat yang sopan menonton dan berdiam atas kebobrokan, sopan tersenyum melihat kezoliman penguasa.

Sepanjang tidak bikin susah kali, biarlah para maling itu melanglang buana, pasrah saja seperti kata pak pendeta dan ustad” ujar mereka dalam batin yang tertukar dengan batil.

Maling level kacrut hingga koruptor kakap kenyang khotbah para pendeta dan ustad tapi itu tadi, janganlah masyarakat bising dan ribut karena semua itu telah biasa di masa ini. Rampok dan maling itu biasa dan haruslah dipahami bahwa menjadi rampok dan maling adalah sebuah pilihan paling rasional dan manusiawi di saat ini dan jika suatu waktu bertobat, ruang maaf haruslah dibuka sebesar – besarnya karena mungkin suatu waktu kita yang akan gantian jadi maling.

Advertisements

About this entry