Demo Dini

Bersuara dan menyuarakan kehendak dan pendapat sepatutnya harus menjadi sebuah pembelajaran usia dini. Sebuah demonstrasi suara hati dan pikiran yang disalurkan dengan efektif dan efisien. Tidak dengan melukai diri. Menyuarakan pendapat haruslah sebuah karya yang dilandasi keberanian dan tujuan yang baik dengan tulus. “Benar sebagai benar dan salah sebagai salah“.

Demo pendudukan Cina ke Tibet telah memaksa warga Tibet melakukan protes dengan cara membakar diri. Kurun waktu 2009 s.d. 2012, sejumlah 140 – an orang lebih membakar dirinya dihadapan publik. Seorang Indonesia, pernah juga melakukannya. Seorang pria muda dari tanah batak, diagendakan para “pemikir” menjadi kobaran api yang memantik semangat seluruh negeri, malah berakhir menjadi “titik api” yang padam seketika. Kritis dalam berpikir dan garang dalam berpendapat seharusnya adalah harga mati.

Pengorbanan diri seperti ini sangat tidak efektif dalam sudut pandang pencapaian tujuan. Terbakar, kalah dan hilang. Ber – demokrasi sejak dari pikiran haruslah diajarkan mulai usia dini, baik melalui kebiasaan dan perkataan. Sebuah jalan mula pembelajaran untuk melahirkan generasi yang bisa saling melakukan kritik dan menerima kritik tanpa harus melakukan tindakan melukai diri ataupun orang lain. Semata ujungnya adalah perbaikan hidup.

Ber – demokrasi paling dini adalah mendengar dan memahami suara anak. Kebebasan membiarkan anak untuk menghabiskan waktu di luar rumah. Bereksplorasi dan menemukan sebuah ritme alam dan lingkungan. Berpengalaman dan bertualang. Tidak omong kosong jika pola “penjara” bagi anak adalah sebuah salah asuh yang jauh dari demokrasi, yang akan mengikis rasa kemanusiaan hakiki manusia sejak dini. Ber – konflik dan mencari solusi sendiri dengan semangat kebersamaan.

Ada fakta bahwa tahanan dalam penjara hanya bisa menghabiskan waktu 2 jam diluar ruang tahanannya. Akan sangat memalukan jika anak – anak sejak usia dini dibatasi menghabiskan harinya kurang dari pada itu. Belenggu kebebasan (yang mahal) itu ternyata secara sadar telah kita praktekkan dalam pola pembinaan anak – anak sejak kecil. Kebebasan mereka telah kita rampas dengan banyak alasan yang mungkin terutama adalah ketakutan, ketidakmampuan dan masa depan si anak.

Demokrasi dini ini sangatlah urgen, tidak ingin membaca berita suatu waktu di masa tua ada generasi yang lahir tahun 2010 – an yang membakar diri  atau bahkan meledakkan diri dihadapan publik hanya untuk menunjukkan kebobrokan dan mengharapkan perubahan. Cerita dan berita seperti ini cukuplah di masa sekarang sebuah masa lalu bodoh yang akan ditertawakan para generasi muda yang cerdas dan bertujuan hidup yang lebih baik.

Sepatutnya dimulai dari membawa anak – anak kita bermain dan bertemu dengan lingkungan sekitar, sebebas mereka. Kebebasan itu sepatutnya akan mengajarkan mereka harga tak ternilai dari kebebasan. Anak – anak yang bebas akan membela harga diri setiap manusia pun diri mereka sendiri sebagai manusia bebas. Tidak ada belenggu apapun yang akan membuat mereka takut dan akan jauhlah sifat dan hasrat “berbuat jahat” seperti membelenggu kebebasan yang lain.

 

Advertisements

About this entry