Dumphateee

“Bapaaa”  . . . “Mamaaa” . . . “Appuuung” . . . “Taaathtiii” . . . “Addeekh” . . . “Affaaang” . . . “Udyaaa” . . . “Bhouuu” . . . “Ulaaang”.

Ini sebutan orang – orang yang akan dan selalu tuan simpan di memori tuan dalam porsi yang tuan sendiri yang tahu. Ini mungkin kata – kata rasional dari tuan setelah 18 bulan usia tuan mendengar hiruk – pikuk percakapan sekitar.

“Dumphpateee”

Ini tuan ucapkan dengan penuh semangat yang hingga saat ini saya tidak paham maksudnya. Sebuah ekspresi kegembiraan, sebuah pesan mengingatkan atau untuk apa saya belum paham. Atau mantra? Entahlah tuan.

“cak . . . cak jijinjiiing” 

“yam . . . yam . . . yap”

“haaap!”

Ini lagi dalam memori pertamamu yang dengan gamblang terucap tuan. Itu lagi cicak – cicak di dinding.

Tuan, mungkin juga sangat menikmati romansa lagu dan alunan tepukan “we will rock you” karena setiap kali, tuan mendengar ketukan lagu dan reff. lagu itu, tuan dengan sumringah tersenyum dan tertawa.

“Yeaaah! We will rocking you!” mungkin demikian benak tuan memerintah seluruh kesadaran tuan.

01 November 2016 itu hari ke – 18 bulan kehadiranmu di pangkuan ibumu. Jika bisa mundur kebelakang tanggal 28 Oktober sebelumnya itu hari lahirnya nenek tuan dan tanggal jadian bapa dan mama tuan. Sedikit romantis akhir bulan oktober ini.

“Dumphateee” ujarmu lagi saat mengetahui romantisnya tanggal – tanggal itu. Kali ini dengan mengangkat tangan dan menunjuk ke langit. Seperti sebuah selebrasi perayaan goal para striker lapangan hijau.

Advertisements

About this entry