Fidel Navidad

Sosok Fidel Alejandro Castro Ruz (familiar dengan nama Fidel Castro), sang revolusioner dari Cuba pada November 25 Tahun 2016 di usia yang ke – 90 tahun diumumkan meninggal oleh orang kedua di pemerintahan Cuba -adiknya Raul Castro- melalui siaran televisi Cuba. Hanya sebulan lagi menjelang perayaan natal di tahun ini. Cuba yang displin mengikut paham komunis ajaran Marxist.

Fidel yang garang pelawan hegemoni kapitalis Amerika Serikat (AS) dengan keberaniannya menasionalisasi perusahaan kapital AS yang konon (hampir mencapai) 70% dikuasai oleh asing. Dia langgeng sembilan masa pemerintahan memimpin Cuba sejak 1959 dan mundur karena sakit di tahun 2008. Sejak diambil alih oleh Fidel Castro, Cuba di-embargo oleh AS sehingga Fidel menyiasati dengan membangun koneksi ke Uni Soviet (leftist; blok kiri) yang berakhir saat Gorbachev (sukses) dengan ide demokrasi barat mengubah paham komunis soviet menjadi liberal. Ideologi Soviet yang liberal, yang memutus ketergantungan kepada Soviet membuat perkembangan ekonomi Cuba semakin terpuruk.

Karya Fidel yang diwariskan adalah tingginya indeks perkembangan kebahagiaan manusia di Cuba. Layanan pendidikan dan kesehatan gratis dan jaminan bekerja. Layanan sistem kesehatan ini yang menjadi barter dengan minyak mentah dari Venezuela dengan Chavez-nya. Mungkin strategi ekonomi para latin amerika yang sepaham.

Sejak awal Fidel seorang “pelawan”. Dia mungkin berada dalam tradisi guling – menggulingkan pemerintah diktator di amerika latin. Dia gagal dalam upaya menggulingkan Trujillo di Dominica tetapi sukses kemudian menggulingkan penguasa Batista yang pro kapitalis.

Sang revolusioner, siapa yang mengira dia anak dari pengusaha buah immigrant spanyol -seorang kapitalis- dengan istri kedua si ayah saat masih terikat perkawinan dengan istri yang pertama (dengan kasar kita bisa sebut sebuah perselingkuhan). Tanpa perselingkuhan itu, tidak akan ada Fidel “Cerutu Cuba” Castro.

Fidel yang karismatik tetapi gagal mengembangkan laju ekonomi bangsanya. Terlepas dari banyaknya masalah subjektif -sentralisasi seluruh kebijakan termasuk ekonomi Cuba padanya- dan objektif termasuk embargo AS dan ketergantungan pada Soviet. Ada benarnya juga pendapat para penganut pasar bebas dan persaingan usaha bahwa paham ekonomi komunis atau sosialis sepertinya selamanya tidak akan cocok untuk perkembangan ekonomi masyarakat di negara  manapun. Ekonomi komunis atau sosialis akan selalu gagal dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Mengabadikan kemiskinan.

Setelah paska kekuasaannya di 2008 dia sempat mengundang atau kedatangan Paus Pope II untuk pertama kalinya di Cuba sejak 1959, membahas kemerdekaan beribadah para katolik di Cuba. Untuk pertemuan ini, asumsikanlah Fidel kemungkinan (menjadi) seorang katolik.

Fidel Navidad ; Feliz Navidad!

Advertisements

About this entry