Ujian Terakhir

Maukah dirimu menukar jatah surgamu, untuk para kafir saat di surga nanti?”

Kehidupan manusia dari zaman dewa – dewa hingga zaman ke-esa-an Tuhan telah manusia lalui dengan banyak hiruk – pikuk yang brutalnya kadang menumpahkan darah sesama manusia. Tragis saat darah yang tertumpah demi dan atas nama Tuhan. Simplikasi nalar mengatakan ada oportunis yang membuka keran pembantaian sesama manusia dengan jubah “Tuhan” semata demi kepentingan orang – per – orang.

Sekarang, dengan mengasumsikan bahwa fenomena bahwa hanya ada satu Tuhan yang menciptakan dan empunya bumi dan segala isinya, ada masalah beberapa agama yang meng-klaim ke-esa-annya juga sebagai jalan menuju surga. Ini ruang tabu diskusi tapi penyebab malapetaka yang tiada henti. Agama yang menjadi perusak sejak di dalamnya.

Suatu saat langit runtuh dan ajal menjemput, perwakilan Tuhan akan datang menghadapkanmu pada Yang Empunya banyak bumi dalam kotak mainannya. Banyak luas tanah surga untuk semua orang.

Kamu masuk surga” ujar Nya.

Tapi tiba – tiba kamu melihat seorang kafir di agamamu yang kamu pahami dalam pintas bayang dibelakang singgasana Tuhan. Seorang anak kecil, seorang tua renta dan seorang lumpuh yang tidak mengenal Tuhan-mu dan banyak lagi. Mereka sedang berbondong masuk neraka. Pucat – pasi menuju api dan siksaan.

Mata mereka memandang ke arahmu. Sebuah rasa takut. Ingin menggantikanmu masuk surga. Tanya ini akan disisipkan dalam kepalamu oleh Tuhan – mu.

“Apakah yang akan kamu lakukan?”

Di penghujung hidup yang akan dengan setuju kamu yakini akan keadilan hari penghakiman. Tuhan ternyata seorang yang kejam. Tuhan tidak paham ketidaksempurnaan manusia.

Di penghujung hidup, adakah sudi kamu menggantikan tempatmu di surga untuknya yang menuju neraka? Berkorban?!

Ini ujian terakhir dalam iman. Jikapun kamu memilih neraka saat berhak atas surga demi seorang yang sedang antri menuju neraka. “Bukankah kamu akan melebihi seorang Tuhan?”

Seseorang pernah melakukannya, namanya Jesus.

Those Christmas lights
Light up the street,
Down where the sea and city meet.
May all your troubles soon be gone.
Oh Christmas lights keep shining on.

Sekarang kau belum mati, pun Jesus yang kusebut, yang rasanya kukenal itu, sedang akan di buatkan perayaan lahir sebentar lagi.

Feliz Navidad!

Advertisements

About this entry