Hak (Asasi) Manusia

Hak untuk bahagia!

Semua hingar – bingar hak asasi manusia tidak boleh tidak haruslah berujung pada hak si manusia untuk bahagia.

Perlindungan hak asasi manusia? Indonesia tidak menyebutkan secara tegas konsep perlindungan “hak untuk bahagia” bagi setiap warga negaranya.

Tapi, karena bicara hak asasi manusia patutlah itu adalah hak untuk bahagia yang tersirat. Bicara hak untuk bahagia dalam memeluk agama di Indonesia yang sangat miris dan meresahkan. Hak memeluk agama dan aliran kepercayaan di Indonesia disebut tegas dalam konstitusi. Konsep ke-TYME yang “rasional”- sepatutnya adalah konsep membebaskan orang memilih (dipilih oleh) Tuhan yang membuat dia bahagia. Tetapi, di Indonesia konsep ini, dibuat dengan membatasi konsep agama /aliran kepercayaan yang diakui dan dilindungi negara. Ke- Tuhan -an yang dibatasi. Ini pelanggaran hak yang serius.

Bias sangat besar kemungkinan timbul ketika tafsir urusan manusia dengan akhirat ini, dikerangkeng oleh limitasi pengakuan negara. Sehingga muncul penegak – penegak agama yang mengatasnamakan agama dan penyucian agama. Gafatar, Ahmadiyah dan lainnya yang sejatinya mungkin ingin bahagia dengan mencari Tuhan yang membuat mereka bahagia malah babak – belur dihakimi dihadapan konstitusi. Negara kadang hadir melalui aparat untuk meng-eksekusi “penyucian” agama yang diakui negara ini.

Penyerangan terhadap tempat ibadah dan hak beribadah atau simbol agama yang bahkan diakui oleh negara dilakukan dengan terbuka. Perang suci mungkin hal itu bagi mereka.

Hak asasi manusia untuk beragama ini tercoreng hitam dalam laku pemerintah negara yang diam-diam dan kadang takluk pada arogansi sepihak orang -orang yang merasa berhak. Itu menjengkelkan.

 

 

Advertisements

About this entry