Dog-trin

Serupa anjing yang dilatih majikan. Imbalan sebuah tulang. Kadang daging dari toko makanan hewan peliharaan terkenal. Serupa anjing yang dilatih berprilaku dan bersikap.

Lelaki itu meledakkan dirinya di sebuah pusat keramaian. Korban berjatuhan. Dia memiliki 10 detik waktu untuk menyadari bahwa jiwanya telah beranjak. Langsung menuju sebuah tempat yang seorangpun tidak tahu pasti.

“Semoga membusuk dan menderita di neraka!” ujar seorang aktivis hak asasi manusia, yang hidup dengan menyesuaikan garda perut dengan garda sumbangan asing dan si tajir kaya yang tidak tahu duit mau dikemanain.

“Semoga dosanya diampuni.” ujar seorang pengemis yang mungkin memahami beratnya derita hidup yang saling kait – mengkait. Ketidakadilan selalu menjadi awal dari segala kejahatan.

Lelaki, itu bernama Jonny. Jonny dikenal seorang pendeta. Dia ter – dog-trin. Dunia menjadikannya sample baru pembelajaran sifat dan perilaku kejahatan teror. Jonny serakah, tetapi semata karena butuh uang untuk anak dan istrinya dan tuntutan kehidupan gaya hidup dan mapan di masa tua. Tuhan tidak turun ke bumi untuk membantu kebutuhan Jonny.

Proses bantuan dari Tuhan mempunyai siklus yang tidak tertebak. Semua bisa di-cocokmologi-kan saat semua dan sebuah peristiwa terjadi. Positivisme kekuasaan Tuhan selalu ada dimanapun, bahkan hingga kondisi kehilangan atau tiada nilai kemanusiaan di dalamnya. Jonny tidak bisa bersabar.

Jonny, mencukupkan, campur tangan Tuhan dalam paska ledakan saja. Mungkin Jonny akan bertemu Tuhan. Bisa juga, masuk bilik Tuhan tetangga yang menyediakan tujuh puluhan bidadari untuknya. Direinkarnasi kembali. Disiksa di api neraka. Jonny siap menghadapi.

“Terkutuk dan terkutuk!” penggalan pidato presiden dari kantor besar istana yang dibangun dengan uang negara. Uang yang harusnya bisa dipakai memenuhi kebutuhan Jonny. Pidato itu disiarkan ke seluruh penjuru dunia.

“Kita sukses besar!” seorang tubuh besar dengan telepon, sedetik setelah kejadian langsung menelepon. Entah siapa yang diteleponnya.

“Akan saya tambah duit operasi dan duit rekrut Jonny yang lain” jawab di seberang telepon.

Dunia dengan atau tanpa Jonny, tetap berputar. Anjing – anjing sedang dilatih oleh tuannya di taman ibukota. Jonny – Jonny lain yang terkungkung perut, harga diri, psikologi diintai oleh para opportunis.

Di sudut lampu merah, di bawah jalan melayang.

“Hei, kamu gadis muda yang sedang mengamen dari mobil ke mobil” sapa seorang parlente dari mobil fortuner keluaran terbaru.

Si gadis melihat.

“Apa?”

“Mau dapat uang banyak tidak?” ucapnya dengan senyum berhias kumis tipis.

Dibukakannya pintu mobilnya oleh supirnya.

Gadis itu butuh duit banyak. Duit untuk biaya berobat Sarah. Adiknya. Mereka berdua anaknya Jonny. Jonny yang sudah mati itu.

Gadis itu masuk ke mobil dan dibawa pergi. Melewati pos polisi yang di dalamnya petugas polisi tiga perempat masa tugas, yang sedang memikirkan gaji bulanannya yang tidak cukup untuk membiayai biaya kuliah anaknya yang mau kuliah.

Dunia berjalan kembali. Dengan atau tanpa nyanyian gadis pengamen di lampu merah.

Dog-trin! Menyelubungi semua perilaku manusia. Dipaksa masuk ke otak atau masuk dengan sukarela. Seseorang atau lingkungan melakukannya bergantian.*

 

Advertisements

1 thought on “Dog-trin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s