Dunia yang Absurd … (1)

Bayangkan “seorang” Tuhan yang datang ke bumi, untuk “menyelamatkan” manusia dari siksa api neraka. Dia lahir dengan meninggalkan cela pada seorang perawan yang belum pernah bercinta. Tuan Ocep sang kekasih, dengan senang hati mau menjadi ayah bagi dia saat akan lahir. Dia (Tuhan) memilih seorang wanita baik-baik. Sebuah berita baik setidaknya, bukan dari seorang pelacur yang melayani banyak lelaki. Kecerdasan intelektual Sang Pencipta agak “benar” di sini. Bayangkan jika anak-nya satu-satunya yang bertugas menggenapi perintah, lahir dari seorang “lonte” yang … akh, mungkin Tuhan pencipta juga mempertimbangkan “apa kata dunia” kala itu.

Kemudian, Jessy tumbuh di sekitar belahan dunia yang sempit di belahan dunia di timur tengah di sana. Dunia yang sempit. Dia dikhususkan untuk menyelamatkan para Yahudi dan / atau Israel atau siapapun yang bukan orang asia, eropa, kulit hitam dan ras lainnya. Kemudian, dia menjadi “raja” bagi mereka, di dunia yang sempit itu. Dia manusia yang tidak melakukan dosa. Mungkinkah? Padahal melawan orang tua pun sudah “dosa” bahkan di daratan bumi yang ditempatinya.

Sebelum dia menjadi Jesus yang terkenal itu, dia tidak ada melakukan dosa?
Baiklah, Jessy! Dunia yang kita tempati ini absurd. Bagaimana kabarmu di atas sana? Setelah mati dan terangkat ke surga. Apa tugasmu sekarang? Apa yang kau lakukan sekarang? Apakah, dirimu bertanya lebih banyak kepada sang kreator semua jalan cerita ini? Dunia yang dijanjikan oleh Tuhan yang kita percayai dimulai dengan banyak absurditas, dan sekarang masih penuh dengan absurditas.

Absurd yang sebagian orang lihat ajaib. Absurd yang sebagian orang lihat kejam.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s